Meskipun bisa melakukan service dan cuci radiator mobil sendiri. Namun melakukan pencegahan juga perlu agar usia mobil bisa tahan lama. Berikut beberapa tips merawat radiator mobil. 1. Rajin mengganti air radiator secara berkala. Komponen utama dalam sebuah radiator mobil adalah air atau cairan di dalamnya. Berikut 3 penyebab air radiator atau coolant di mobil sering berkurang: 1. Slang Radiator. Ryan/GridOto.com. slang radiator bisa rusak. Mengalirkan dan mensirkulasikan air radiator dibutuhkan slang. "Slang radiator ini sering mengalami kerusakan seperti bocor halus," buka Triyono dari bengkel Family Auto Servis (FAS). Nah, bila tadinya Anda terlanjur isi air biasa pada radiator mobil kesayangan, atau ketika beli mobil bekas ternyata radiatornya menggunakan air biasa, sebaiknya segera ganti deh pakai coolant. Sebab bila tadinya pakai air biasa, dikhawatirkan sudah menyebabkan pipe water inlet dari water pump berkarat,” wanti Sumarno, punggawa Masmun Sukses Radiator memiliki fungsi untuk mendinginkan suhu dan temperatur air di dalam mesin agar mesin dapat bekerja secara normal di kisaran suhu 80-100 derajat celcius. Panas yang dihasilkan mesin akan diserap cairan atau radiator coolant yang bersirkulasi lewat water jacket di silinder dan kepala silinder. Misalnya mengganti air radiator setiap pemakaian 20.000 km atau dengan cara mengganti air radiator jika air radiator sudah keruh. Langkah pertama dalam kegiatan ganti air radiator adalah dengan buka tutup lubang radiator di bagian atas. Lalu buka juga baut tempat pembuangan air radiator yang terletak di bagian bawah radiator. Air radiator atau coolant yang dimaksud biasanya dijual di bawah harga coolant bawaan motor. Baca Juga: Ohlins Vespa Anti Meleot, Ganti Bracket Besi, Modal Rp 400 Ribuan. Jika radiator bawaan pabrikan motor dijual dengan harga Rp 25-30 ribuan, biasanya coolant ini dijual dengan setengah harganya. Meski memiliki tampilan dan fungsi yang sama .

harga ganti air radiator mobil