KreatifBahasa Indonesia Kelas Xi Flip Ebook Pages 101 150 Anyflip Anyflip from resensi buku berikut akan membantumu membuat resensi buku yang. Identifikasilah teks prosedur di atas berdasarkan format tabel berikut! Setelah kamu membaca teks resensi di atas, lakukanlah analisis isi resensi berdasarkan format tabel Soalsoal BAHASA INDONESIA (TRY OUT I 2020/2021 XII SMA) Pilihan Ganda= 15 poin (Otomatis) dan Essay= 4 poin (Manual) Klik tombol Next untuk memulai. 1. Previewthis quiz on Quizizz. Perhatikan teks resensi berikut!Novel Negeri 5 Menara memberikan pelajaran hidup bagi para remaja, bahwa segala keinginan, mimpi, harapan, dan cita-cita dapat diraih dengan kerja keras dan kesungguhan serta restu dari orang tua.Penggalan teks resensi tersebut termasuk ke dalam bagian Paragrafuntuk soal nomor 1, 2,dan 3 bacalah dengan cermat! (1) Kematian anak di bawah usia satu tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. (2) Menurut survai Demografi dan Kesehatan Indonesia, angka kematian bayi tahun 2007 adalah 34 per 1000 kelahiran hidup. (3) Angka kematian bayi di Indonesia diperkirakan tertinggi di antara negara ASEAN. 2 Tandailah di mana kamu mulai membaca! 3. Bacalah teks tersebut dengan kecepatan yang menurut kamu memadai! 4. Tandailah bagian akhir membaca! 5. Catatlah waktu berakhirnya membaca! 6. Hitunglah berapa waktu yang diperlukan! 7. Hitunglah jumlah kata dalam teks yang dibaca! 8. Kalikanlah jumlah kata dengan bilangan 60 per menit! 9. Setelahmemahami isi kritik dan esai, pada pembelajaran ini, kamu akan belajar untuk menyusun kritik dan esai. Untuk itu, bacalah kembali contoh teks kritik "Lelaki Tak Pernah Basi" dan esai "Batman" di atas. Kegiatan. Menyusun Kritik Sastra. Dalam menyusun kritik, ada beberapa hal yang harus dipegang oleh kritikus (penulis kritik). . Soal dan jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/ SMK/ MA/ MAK kurikulum 2013 terbitan kemendikbud bab 7 halaman 214. Peserta didik diminta mengerjakan soal tentang identifikasi resensi. Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini Soal Tugas 1. a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik b. Secara berkelompok, identifikasilah resensi tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut ! 1 identitas buku 2 ringkasan isi buku 3 keunggulan buku 4 kelemahan buku 5 rekomendasi c. Selain aspek-aspek tersebut, adakah aspek lain yang dibahas dalam resensi tersebut ? jelaskan ! 2. a. Cermatilah contoh resensi lainnya, untuk buku nonfiksi ! b. Cermati unsur-unsur yang ada pada resensi tersebut! c. Tuliskanlah hasil penilaian kamu pada teks tersebut ! d. Gunakan rubrik seperti di bawah ini ! Jawab 1. a. Saya sudah membaca teks resensi dengan baik. b. 1. Identitas buku Judul Novel Saksi Mata Pengarang Suparto Brata Penerbit Penerbit Buku Kompas Tebal x + 434 halaman 2. Ringkasan isi buku Paragraf 2, 3,4,5,6. 3. Keunggulan buku terletak pada paragraf 7,8, 9 dan sebagian paragraf 10 4. Kelemahan buku "Namun uniknya, tidak ada satupun terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut. Jadi, bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak sendiri saja sendiri. paragraf 10 5. Rekomendasi "Namun uniknya, tidak ada satupun terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut. Jadi, bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak sendiri saja sendiri. paragraf 10 c. Ada, yaitu pendahuluan pada paragraf pertama. Untuk soal no. 2 masih dalam proses pengerjaan. - Dalam kunci jawaban berikut, simak pembahasan Bab VII Menilai Karya Melalui Resensi. Pertanyaan di atas merupakan materi Buku Bahasa Indonesia Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI. Simak materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 dalam artikel ini. Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 ditujukan bagi orangtua untuk membimbing proses belajar siswa. Ilustrasi - Siswa belajar. Diharapkan orangtua bisa membimbing kegiatan belajar siswa di rumah dengan semangat. Rangkuman kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini. Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 9, Mereka Dimakan oleh Konsumen Primer yang Lebih Besar Jawaban bisa berbeda dan tidak terpaku pada kunci jawaban yang disajikan dalam artikel ini. Diharapkan siswa bisa mencari jawaban sendiri dari setiap soal yang disajikan. Pada materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 siswa diminta membandingkan isi teks resensi. Simak pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 selengkapnya berikut ini. Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 14, Catatan Informasi Kelelawar Merupakan Mamalia Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 B. Menyusun Sebuah Resensi dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu1. mengidentifikasi identitas buku yang diresensi;2. mengungkapkan isi informasi buku yang diresensi. Kegiatan 1 Mengidentifkasi Identitas Buku yang Diresensi Di artikel ini, kita akan pelajari mengenai apa itu teks resensi, kaidah kebahasaan, struktur, dan juga contoh-contohnya! — Sehabis membaca atau menonton, Kamu pasti pernah kan rasanya ingin kasih tahu seluruh dunia betapa bagusnya buku atau film tersebut? Atau juga, mungkin kamu punya ide tertentu pada suatu karya, dan ingin memberi kritik? Nah, untuk itulah ada teks resensi! Dengan menulis teks resensi, kita bisa dapat belajar beberapa hal. Misalnya kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan pendapat, dan juga dapat meningkatkan keterampilan menulis. Resensi juga ada manfaatnya bagi pembaca, yakni supaya orang lain bisa mendapatkan kesan pada sebuah karya dari ulasan yang kamu tulis. Dalam artikel ini, kita akan terjun ke dunia teks resensi dan belajar tentang isinya, cara menulisnya, dan manfaat melakukannya. Mari kita belajar! Pengertian Teks Resensi Teks resensi adalah jenis tulisan yang berisi pemikiran dan pendapatmu tentang suatu karya, seperti buku, film, atau lainnya. Selain menjadi sarana untuk membagikan pengalaman, kamu juga bisa memberi kritik dan mengevaluasi. Dengan menulis teks resensi, dan memberikan opini-mu, secara tidak langsung kamu bisa membantu orang lain untuk berpikir dari banyak sudut pandang. Fungsi Teks Resensi Selain pemaparan diatas, berikut ini beberapa fungsi dari teks resensi 1. Memberikan Informasi Teks Resensi dapat memberikan informasi atau penilaian mendetail tentang sebuah karya. Informasi ini dapat membantu orang lain untuk memeriksa atau menilai sebuah karya berdasarkan pengalaman dari penulis resensi. Misalnya, resensi yang membahas kekurangan dan kelebihan suatu buku dapat mempengaruhi keputusan orang lain untuk membaca buku tersebut. 2. Berbagi Pendapat dan Pengalaman Teks Resensi memberi penulis kesempatan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka. Pendapat dan pengalaman ini dapat bermanfaat bagi orang lain, terutama pada pembaca yang ingin tahu lebih mendalam tentang pengalaman orang lain dalam menikmati karya tersebut. 3. Memberikan Kritik Teks Resensi juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk kritik. Penulis bisa memberikan evaluasi pada sebuah karya. Misalnya, resensi buku dapat menilai gaya penulisan penulis, alur cerita, dan pengembangan karakter. 4. Mempengaruhi Keputusan Pembelian Apakah kamu pernah membaca resensi sebelum menonton atau membeli sebuah karya? Resensi teks ulasan dapat memantik rasa penasaran serta meningkatkan popularitas karya tersebut. Apabila isi resensi memuat penilaian negatif, maka orang-orang juga enggan menikmati atau membeli karya yang sama. 5. Memberikan Hiburan Hal lainnya yang menjadi fungsi teks resensi, adalah dapat ditulis untuk tujuan menghibur orang lain. Hal ini bila penulis dengan sengaja ingin menyisipkan penilaian yang humoris. Teks resensi ini biasanya ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan memberikan perspektif yang menyenangkan tentang karya tersebut. Baca juga Apa Bedanya Kritik Sastra dan Esai? Pahami Ciri dan Contohnya Dulu, Yuk! Struktur Teks Resensi Nah, setelah kita tahu apa itu teks resensi, mari kita bahas apa saja struktur dari teks resensi. Sebuah resensi biasanya memiliki lima bagian yakni identitas, orientasi, sinopsis, analisis, dan evaluasi. Kita bahas satu persatu 1. Identitas Bagian teks resensi ini mengidentifikasi karya yang sedang dibahas. Hal ini bisa mencakup judul, penulis, atau penerbit, serta deskripsi singkat karya tersebut. Misalnya, “Teks Resensi berisi tentang novel karya Mark Twain, Petualangan Tom Sawyer.'” 2. Orientasi Bagian orientasi teks resensi memberikan informasi latar belakang dan konteks untuk karya yang sedang ditinjau. Ini dapat mencakup konteks sejarah atau budaya yang relevan, serta informasi apa pun yang masih berhubungan dengan penulis buku atau pencipta karya yang dibahas. 3. Sinopsis Bagian sinopsis dari teks resensi memberikan ringkasan singkat tentang karya yang sedang diulas. Bagian ini harus memberikan ikhtisar plot utama atau poin utama dari karya tersebut, tanpa memberikan terlalu banyak detail. 4. Analisis Bagian analisis teks resensi memberikan sebuah ulasan atau analisa yang lebih dalam tentang karya yang sedang diulas. Ini dapat mencakup diskusi tentang gaya penulisan, tema, karakter, dan aspek lain dari karya yang relevan dengan resensi. Misalnya, “Gaya penulisan Twain dicirikan oleh deskripsinya yang jelas, dialog yang hidup, dan penceritaan yang imajinatif. Tema novel ini meliputi pentingnya persahabatan, kegembiraan dan bahaya masa kanak-kanak, dan konflik antara kepolosan dan pengalaman.” 5. Evaluasi Bagian evaluasi dari teks Resensi memberikan penilaian penulis secara keseluruhan terhadap karya yang sedang diulas. Ini dapat mencakup diskusi tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta rekomendasi bagi pembaca. Misalnya, “Secara keseluruhan, Petualangan Tom Sawyer’ adalah novel yang ditulis dengan baik dan menghibur yang akan dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa. Meskipun mungkin tidak untuk semua orang, mereka yang menghargai cerita petualangan dan sastra klasik akan menemukannya. menjadi bacaan yang menyenangkan.” Baca juga Mau Berkomentar Tentang Suatu Hal? Yuk, Belajar Membuat Teks Tanggapan yang Benar Jenis Teks Resensi Ada beberapa jenis teks resensi yang masing-masing dapat diklasifikasikan berdasarkan gaya dan tujuannya. Berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis teks resensi 1. Resensi Deskriptif Resensi deskriptif memberikan deskripsi sederhana tentang karya yang sedang ditinjau, tanpa menawarkan evaluasi atau penilaian apa pun. Jenis resensi ini hanya memberi pembaca informasi tentang karya tersebut, seperti fitur, ukuran, atau penampilannya. 2. Resensi Informatif Resensi informatif memberi pembaca informasi terperinci tentang karya yang sedang ditinjau, serta evaluasi singkat terhadap karya tersebut. Tujuan dari Resensi informatif dengan memberikan gambaran menyeluruh tentang kelebihan dan kekurangannya. Misalkan pada sebuah karya yang baru atau asing bagi pembaca. 3. Resensi Evaluatif Resensi evaluatif memberikan evaluasi yang lebih mendalam tentang karya yang sedang dibahas. Tujuan dari Resensi evaluatif adalah untuk membantu pembaca melihat penilaian tentang kualitas dan nilai dari karya. Resensi evaluatif sering kali menggunakan sistem peringkat, seperti rating atau skor dengan skala angka. Hal ini agar pembaca dapat dengan cepat memahami nilai karya secara keseluruhan. 4. Resensi Kritis Resensi kritis memberikan evaluasi menyeluruh terhadap karya yang sedang dibahas. Perbedaannya dengan resensi evaluatif, resensi kritis sering memberikan analisis karya yang lebih mendalam, dan mungkin menantang pembaca untuk mempertimbangkan kembali asumsi atau pandangan mereka tentang karya tersebut. Resensi kritis sering digunakan untuk karya yang kontroversial, atau untuk karya yang dimaksudkan untuk menantang keyakinan atau ide pembaca. Tips Menulis Teks Resensi Mau membuat resensi tapi bingung untuk memulainya? Simak 7 cara menulis resensi berikut! 1. Tulis Dengan Objektif dan Adil Sebuah teks resensi, misal resensi buku adalah kesempatan bagi Kamu untuk mengungkapkan pendapat Kamu tentang buku tersebut. Pendapat tersebut bisa jadi mengenai kelebihan dan kekurangan buku tersebut, dan menjelaskan mengapa Kamu menikmati atau tidak menyukainya. Saat akan menulis teks resensi, penting untuk bersikap objektif. Hal ini agar resensimu bisa diterima, dan tidak justru berisi serangan atau kritik pribadi yang tidak relevan dengan isi buku. 2. Berikan Konteks Penting juga untuk memberikan konteks saat menulis resensi buku. Penilaian atau konteks yang harus dipertimbangkan diantaranya tentang genre, target pembaca, dan juga konteks sejarah atau budaya yang relevan. Memberikan konteks dapat membantu pembaca untuk memahami buku lebih lengkap dan menghargai pesan penulis. 3. Pertimbangkan Pembaca Resensi Setelah itu, kamu juga harus mempertimbangkan latar belakang dan siapa saja yang mungkin membaca resensi yang kamu tulis. Hal ini sesederhana memahami apa yang dibutuhkan pembaca dalam resensi. Apakah mereka adalah penggemar dari penulis karya tersebut, atau justru mencari evaluasi kritis terhadap buku tersebut? Mengetahui siapa pembaca, akan membantu untuk menyesuaikan serta bisa memenuhi kebutuhan mereka. 4. Gunakan Bahasa Deskriptif Gunakan kata dan frasa deskriptif pada resensi yang kamu tulis. Jadilah spesifik dan hindari menggunakan istilah yang tidak jelas atau umum. 5. Gunakan Contoh Berikan contoh spesifik dari buku, film, atau apapun untuk mendukung pendapat Kamu. Selain itu, contoh juga bisa membantu pembaca untuk dapat memahami apa yang coba kamu sampaikan. 6. Jujur Bagikan pemikiran dan perasaan kamu yang sebenarnya tentang karya tersebut, atau berdasarkan pengalamanmu, meskipun itu negatif. Ingat, tujuan dari resensi adalah untuk membantu orang lain memahami pendapat keseluruhan tentang suatu karya dari sudut pandangmu. 7. Kesimpulan Kesimpulan adalah bagian terakhir dari resensi. Bagian ini berfungsi sebagai ringkasan pemikiran dan pendapat kamu. Kesimpulan sangat tepat untuk meninggalkan kesan yang membekas bagi pembaca. Contoh Teks Resensi Setelah memahami tentang pengertian, struktur, dan cara menulis teks resensi. Sekarang mari kita lihat beberapa contohnya agar kamu mudah untuk membayangkan seperti apa teks resensi itu 1. Contoh Resensi Buku Identitas Judul “Petualangan Tom Sawyer” Pengarang Mark Twain Jumlah Halaman 294 halaman Penerbit Charles L. Webster and Company Tanggal Publikasi 1876 Orientasi Karya ini adalah novel klasik yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1876. Novel ini dianggap sebagai salah satu karya sastra Amerika yang paling berpengaruh, dan dipelajari secara luas banyak orang. Sinopsis Buku ini menceritakan petualangan seorang anak laki-laki bernama Tom Sawyer, yang tinggal di kota kecil St. Petersburg, Missouri. Tom adalah anak yang energik dan nakal, yang menghabiskan hari-harinya menjelajahi hutan terdekat, memancing, dan bermain dengan sahabatnya, Huckleberry Finn. Ceritanya berkisar pada berbagai petualangan Tom, termasuk pengalamannya dengan sekelompok pemburu harta karun, percintaannya dengan seorang gadis lokal bernama Becky Thatcher, dan keterlibatannya dalam persidangan pembunuhan. Analisis Petualangan Tom Sawyer adalah kisah dewasa yang mengeksplorasi tema kepolosan masa kanak-kanak, petualangan, dan transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa. Buku ini juga merupakan komentar tentang kehidupan Amerika pada pertengahan abad ke-19, dan menyentuh isu-isu seperti rasisme, konflik kelas, dan norma budaya dan sosial saat itu. Narasinya menarik dan lucu, dan karakternya dikembangkan dengan baik dan mudah diingat. Evaluasi Secara keseluruhan, “Petualangan Tom Sawyer” adalah buku bagus yang layak dibaca. Novel ini adalah sastra klasik Amerika yang masih relevan dan menyenangkan hingga saat ini, dan merupakan bukti keterampilan pengarangnya, Mark Twain. Buku ini ditulis dengan baik, menarik, dan penuh dengan karakter dan petualangan yang mengesankan. Jika kamu seorang penggemar sastra klasik atau hanya mencari bacaan yang bagus, “Petualangan Tom Sawyer” adalah buku yang pasti menyenangkan dan menghibur. Penulis sangat merekomendasikannya untuk kamu baca. 2. Contoh Resensi Film Judul “Jurassic Park” Sutradara Steven Spielberg film Durasi film 2 Jam 7 Menit Produsen film Amblin Entertainment Pertama tayang 1993 Identitas Jurassic Park adalah film aksi fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Steven Spielberg dan berdasarkan novel karya Michael Crichton. Orientasi Jurassic Park dirilis pada tahun 1993 dan dengan cepat menjadi salah satu film paling populer dan sukses sepanjang masa. Film ini secara luas dianggap sebagai genre fiksi ilmiah dan aksi yang menegangkan, dan telah mengilhami banyak sekuel, spin-off, dan bentuk-bentuk karya lainnya. Sinopsis Film ini berlatar di sebuah pulau di mana sekelompok ilmuwan telah berhasil mengkloning dinosaurus dan membuka taman hiburan untuk memamerkan karya mereka. Namun, ketika sekelompok pengunjung datang untuk berkeliling taman, hal-hal menjadi sangat salah dan mereka terpaksa berjuang untuk bertahan hidup melawan dinosaurus yang direkayasa secara genetik. Analisis Jurassic Park adalah film yang mendebarkan dan mengesankan yang secara efektif memadukan elemen fiksi ilmiah, aksi, dan horor. Efek khusus, terutama dinosaurus yang dihasilkan komputer, merupakan terobosan pada saat itu dan tetap mengesankan bahkan menurut standar saat ini. Film ini juga membahas tema-tema penting seperti etika rekayasa genetika dan bahaya mempermainkan Tuhan dengan alam. Evaluasi Secara keseluruhan, “Jurassic Park” adalah film yang wajib ditonton bagi para penggemar genre fiksi ilmiah dan aksi. Kisah hewan prasejarah dalam film ini dirasakan cukup mendebarkan dan berkesan yang pasti akan membuat kamu tetap menonton dari awal sampai akhir. Efek khusus berupa animasi, akting, dan penceritaan semuanya sangat sempurna dan menarik. Sebagai film yang rilis di tahun 1990-an, sudah pasti Jurassic Park menjadi salah satu karya film klasik yang terbaik . Penulis sangat merekomendasikannya untuk ditonton bersama teman atau keluarga. — Nah, gimana pendapatmu tentang materi teks resensi barusan? Semoga dapat mudah kamu pahami ya. Sekarang, kamu bisa mulai berlatih untuk menulis teks resensi dari buku yang kamu baca atau film yang kamu tonton. Semoga bisa menambah pengetahuanmu dan membantu belajarmu ya! Mau belajar lebih banyak lagi? Kakak-kakak Master Teacher di Brain Academy siap banget bantuin kamu, lho. Ada sesi live teaching interaktif, dan kamu bisa tanyain apa aja yang kamu bingung ke kakak STAR Master Teacher. Yuk cobain sekarang! Home Lainnya 211 Bahasa Indonesia B. Menyusun Sebuah Resensi dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu 1. mengidentifikasi identitas buku yang diresensi; 2. mengungkapkan isi informasi buku yang diresensi. Kegiatan 1 Mengidentiikasi Identitas Buku yang Diresensi Perhatikanlah teks berikut. Petualangan Bocah di Zaman Jepang Judul Novel Saksi Mata Pengarang Suparto Brata Penerbit Penerbit Buku KOMPAS Tebal x + 434 halaman Setelah membaca novel yang sangat tebal ini, saya jadi teringat dengan novel Mencoba Tidak Menyerah-nya Yudhistira Massardhie dan juga novel Ca Bau Kan-nya Remy Sylado. Dalam novel Mencoba Tidak Menyerah, yang menjadi tokoh sentralnya adalah bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, sedangkan dalam novel Ca Bau Kan yang telah diangkat ke layar lebar, digambarkan bagaimana keadaan Jakarta, kota era zaman penjajahan Belanda dengan sangat detail. Lalu apa hubungannya dengan novel Saksi Mata karya Suparto Brata ini? Dalam Saksi Mata, yang menjadi “jagoan” alias tokoh utamanya adalah bocah berusia dua belas tahun bernama Kuntara, seorang pelajar sekolah rakyat Mohan-gakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada zaman penjajahan Jepang dengan penggambaran yang sangat apik, detail dan sangat memikat. Novel setebal 434 halaman ini sendiri sebenarnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di Harian Kompas pada rentang waktu 2 November 1997 hingga 2 April 1998. Sumber Gambar Kover Buku Novel Saksi Mata. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 212 Kisah berawal saat Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsari alias Bulik Rum tengah berduaan dengan Wiradad di sebuah bungker perlindungan-belakangan baru diketahui oleh Kuntara kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Hal itu membuat perasaan hatinya berkecamuk. Kuntara pun heran dengan apa yang dilakukan oleh Bulik Rum yang selama ini selalu dihormatinya. Namun ia bisa mengerti kalau ternyata Bulik Rum yang cantik ini menyembunyikan sejuta kisah yang tak bakal disangka-sangka. Bulik Rum adalah “pegawai” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung Asko. Sebenarnya Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli dengan semua itu dan memboyongnya ke Surabaya. Baik Wiradad maupun ayah Bulik Rum sendiri tidak mampu mencegah keinginan Ichiro Nishizawa yang sangat berkuasa ini. Akan tetapi, Wiradad tidak mau menyerah begitu saja dan segera menyusul Bulik Rum ke Surabaya. Saat Wiradad akan bertemu dengan Bulik Rum inilah terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Okada yang gelap mata ini segera mengambil samurai kecilnya hingga akhirnya Bulik Rum menghembuskan nafas terakhir di bungker perlindungan. Okada yang selama ini sangat dihormati oleh Kuntara tenyata memiliki tabiat tidak beda dengan Tuan Ichiro Nishizawa. Dari sinilah awal kisah “petualangan” Kuntara dalam mengungkap kasus hilangnya Bulik Rum hingga upaya untuk membalas dendamnya bersama dengan Wiradad kepada tuan Ichiro Nishizawa dan juga Okada. Sejak kasus hilangnya Bulik Rum ini, keluarga Suryohartanan–tempat Kuntara dan ibunya menetap–mulai terlibat dengan berbagai kejadian yang mengikutinya. Kuntara yang tidak menginginkan keluarga ini terlibat dengan permasalahan yang terjadi dengan sengaja menyembunyikannya. Dengan segala “kecerdikan” ala detektif cilik Lima Sekawan Kuntara berupaya menyelesaikan kasus ini bersama dengan Wiradad. Sangat jarang sekali novel-novel “serius” di Indonesia yang terbit dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir yang menggunakan tokoh utama seorang anak kecil, selain dari novel Mencoba Tidak Menyerah- nya Yudhistira ANM, mungkin hanya novel Ketika Lampu Berwarna Merah karya cerpenis Hamsad Rangkuti. Adalah hal yang menarik apabila membaca cerita sebuah novel “serius” dengan tokoh utama seorang anak kecil karena ia memiliki perspektif atau pandangan berbeda mengenai dunia dan segala sesuatu yang terjadi, bila dibandingkan dengan orang dewasa. Kita bisa membayangkan bagaimana seorang Kuntara yang baru berusia dua belas tahun menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi dengan Di unduh dari 213 Bahasa Indonesia diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya pada masa penjajahan Jepang dan dengan “kepintarannya” ia mencoba untuk memecahkan persoalan tersebut. Meski menarik tetap saja akan memunculkan pertanyaan bagaimana bisa bocah dua belas tahun menjadi “sangat pintar”? Keunggulan lain dari novel ini adalah penggambaran suasana yang detail mengenai Kota Surabaya pada tahun 1944 zaman pendudukan Jepang, malah ada lampiran petanya segala Suasana kota Surabaya di zaman itu juga “direkam” dengan indah oleh Suparto Brata. Kita bisa membayangkan bagaimanan keadaan kampung SS Pacarkeling yang kala itu masih “berbau” Hindia Belanda karena nama-nama jalannya masih menggunakan nama- nama Belanda. Juga tentang bungker-bungker–perlindungan yang digunakan untuk bersembunyi kala ada serangan udara–kebetulan saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia II. Tidak ketinggalan juga tentang stasiun kereta api Gubeng yang tersohor itu. Sebagai arek Suroboyo yang tentunya mengenal seluk beluk kota Buaya ini, Suparto Brata jelas tidak mengalami kesulitan untuk melukiskan keadaan ini. Apalagi ia adalah penulis yang hidup dalam tiga zaman, kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang dan era kemerdekaan. Penggambaran suasana yang detail ini juga berkonsekuensi kepada cerita yang cukup panjang meski tetap tanpa adanya maksud untuk bertele-tele. Novel ini juga diperkaya dengan adanya kosakata dan lagu-lagu Jepang yang makin menghidupkan suasana zaman pendudukan balatentara Jepang di Indonesia. Namun, uniknya, tidak ada satupun terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut. Jadi, bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak saja sendiri. Sumber Dodiek Adyttya Dwiwa dalam dengan perubahan Teks seperti itulah yang disebut dengan resensi. Di dalamnya tersaji informasi tentang tanggapan atau komentar mendalam tentang kelebihan dan kelemahan suatu karya. Dalam contoh di atas, objek yang ditanggapi berupa novel. Selain itu, objeknya dapat berupa buku ilmu pengetahuan, ilm, pementasan drama, album lagu, lukisan, teks. Sebagaimana yang tampak pada contoh di atas bahwa di dalam teks yang berupa resensi mencakup informasi identitas karya, ringkasan, serta ulasan kelebihan dan kelemahan isi karya itu. Di samping itu, dapat pula disajikan rekomendasi penulis resensi itu untuk pembacanya. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 214 Tugas 1. a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik b. Secara berkelompok, identiikasilah resensi tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut 1 identitas buku, 2 ringkasan isi buku, 3 keunggulan buku, 4 kelemahan buku, dan 5 rekomendasi. c. Selain aspek-aspek tersebut, adakah aspek lain yang dibahas dalam resensi tersebut? Jelaskan 2. a. Cermatilah contoh resensi lainnya, untuk buku noniksi b. Cermati unsur-unsur yang ada pada resensi tersebut c. Tuliskanlah hasil penilaian kamu pada teks tersebut d. Gunakanlah rubrik seperti di bawah ini Aspek Skor Maksimal Skor Nilai a. Kelengkapan 30 b. Ketepatan 20 c. Kejelasan 20 d. Keefektifan kalimat 15 e. Kebakuan ejaantanda baca 15 Jumlah 100 Di unduh dari 215 Bahasa Indonesia Kegiatan 2 Mengungkapkan Isi Informasi Buku yang Diresensi Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Seperti yang terdapat di dalam contoh di atas, ada resensi untuk novel; ada pula yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang berupa ilm, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya. Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku- buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu. Perhatikanlah contoh resensi berikut Beragam tema, beragam kisah terangkum di kumpulan cerita pendek Cerita Cinta Indonesia ini. Mulai dari jejak sastra hingga cerita pendek teenlit tergores dalam 45 cerpen buah karya 45 penulis yang pasti sudah Anda kenal. Membaca kumpulan cerita pendek ini seakan-akan memilih beraneka rasa dan rupa dalam sajian paket lengkap. Sebabnya, ada begitu terlalu banyak kisah kehidupan yang menunggu untuk dinikmati para pembacanya. Ada kisah cinta, misteri, persahabatan, dan beragam tema lainnya, yang ditampilkan secara serius dan populer. Buku ini memang menawarkan tema dan rasa yang berbeda-beda. “Nasihat Nenek” karya Clara Ng dan “Asylum” karya Lexie Xu merupakan cerpen yang mengundang rasa mencekam. Atmoster horornya sangat terasa. Pada deretan galau maker ada “Rindu yang Terlalu” karya Arswendo Atmowiloto, “Gerimis yang Ganjil “ oleh Budi Maryono, “Rindu” oleh Dewi Kharisma Michellia, “Hachiko” dan “Luka yang Setia” oleh Eka Kurniawan, “Muse” oleh Ika Natassa dan “Gadis dan Pohon Jambu” oleh M. Aan Mansyur. Beberapa penulis terkenal sebagai penulis teenlit juga tampil di buku ini, seperti “Tabula Rasa” oleh Debbie Wijaja, “Savana” oleh Dyan Nuranindya, “Gelas di Pinggir Meja” oleh Ken Terate, “SMS” oleh Luna Torashyngu, dan “Letting Go” oleh RisTee. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 216 Ada pula cerpen-cerpen menarik lain dan memukau. “Dua Garis” oleh Jessica Huawae bisa membuat rasa muak pembacanya. Bukan muak karena kualitas cerpennya. Akan tetapi, hal itu disebabkan oleh temanya yang memang merupakan kenyataan sebenarnya. “Persepsi” oleh Maggie Tiojakin yang bermain-main dengan persepsi pembacanya. “Apalah Artinya Nama” oleh Marga T. bisa membuat para pembaca penasaran berapa persentase kebenaran di cerpen tersebut. Terakhir ada “Bahagia Bersyarat” oleh Okky Madasari bisa membuat pembaca bertanya-tanya, “Apa arti sesungguhnya dari kata bahagia itu; benarkah kita sudah merasa bahagia di kehidupan sekarang?” Selain itu, bukan berarti cerpen-cerpen yang tidak disebutkan itu jelek, ya. Tulisan ini bisa terlalu panjang jika harus diulas satu per satu. Lebih baik pembaca sendiri yang membuktikannya. Saya sendiri merasa puas setelah membacanya. Bahkan, para penulis yang sebelumnya kurang saya sukai, mampu membuat saya menikmati cerita yang mereka tuturkan itu. Sumber dengan beberapa penyesuaian Bacaan di atas juga berkategori sebagai resensi. Melalui resensi tersebut, dapat kita peroleh informasi ataupun gambaran tentang cerpen-cerpen yang ada di dalamnya. Selain itu, terdapat pula perincian tentang tema dan evaluasi terhadap kelebihan cerpen-cerpen yang ada di dalamnya. Berikut contoh resensi lainnya. Sensual Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan nyawa musik yang dibawa oleh band asal Malang ini. Hadir kembali meramaikan kancah musik lokal, Atlesta mengusung nuansa percampuran musik pop, RnB dengan jazz dalam dua belas lagu besutan Fifan Christa dan kawan- kawan ini. Album kedua bertitel Sentation dimulai dengan lagu berjudul “Aroma”. Lirik yang singkat dengan sayup-sayup vokal perempuan, membiarkan pendengarnya berimajinasi dalam track pemanasan ini. Tidak cukup sampai di situ, lagu kedua berjudul “Paris Weekend” juga membawa pada imajinasi seolah-olah berada dalam perjalanan panjang menuju ke suasana romantis bersama musik bernuansa jazz 80-an. Dalam lagu kedua ini sekilas melemparkan ingatan kita pada musik yang diusung oleh grup band Earth Wind and Fire. Di unduh dari 217 Bahasa Indonesia Melompat ke lagu selanjutnya adalah “Oh You”. Jika di album sebelumnya kesan seksi nan nakal ditonjolkan oleh Fifan dan kawan- kawan, barangkali lagu inilah yang mewakili perubahan kesan seksi-nakal ke seksi-elegan. Hal itu terlihat dari pemilihan diksi yang jauh lebih halus tanpa meninggalkan kesan sensual. “Oh you, just feel the night Alright, just turn me right Oh you, turn of the light Anybody alright, take it all to say.” Melodinya catchy, dijamin, sekali mendengarkan kita tidak akan kesulitan untuk mengingat lagu ini. Coba kuping lagu berjudul “Senstation”. Pada lagu ini nuansa RnB lebih terasa dengan ketukan unik. Soal pemilihan lirik, bisa dibilang dari semua lagu di album ini, lagu ”Senstation”-lah yang masih lekat dengan bagaimana fantasi panasnya gairah cinta ala Atlesta. “In the end of conversation, you’re just leaving a sensation. Oh baby c’mon closer to me. All I want is just a pleasure, with an overnight sensation.” Gotcha Ditambah dengan bumbu vokal dari vokalis perempuan di tengah track-nya, cukup menggoda dan menerbangkan imajinasi, bukan? Album yang dikemas dengan dominan warna hitam ini menyuguhkan dua instrumen. Pertama adalah “Sunset” didominasi oleh gitar. Nuansa itu sekilas terdengar ala Kings of Convenience ini. Sementara itu, pada lagu ke- sembilan kita dibawa mendengarkan dentingan piano yang menenangkan setelah diajak menggoyangkan tubuh pada lagu sebelumnya, “Cadillac Model”. Jika Anda adalah pecinta musik sekaligus penikmat fotograi, di album ini kita bisa menikmati keduanya sekaligus karena Atlesta mengemas lirik-lirik dalam album Sensation itu ke dalam 14 lembar foto menarik. Sayangnya lirik-lirik tersebut tidak semuanya tercetak dengan baik, dengan font handwriting yang cukup sulit untuk dibaca. Secara umum, album ini sebenarnya sudah mampu mendekati apa yang diinginkan Atlesta, yakni kesan klasik. Atlesta jauh lebih matang, penuh gairah, namun tetap catchy. Sangat layak untuk dikoleksi tentunya Winda Carmelita, dengan beberapa penyesuaian Teks tersebut menyajikan informasi tentang isi dan kelebihan-kelebihan yang ada pada suatu album lagu berjudul Sentation. Tentu saja informasi- informasi yang disajikan resensi tersebut berbeda dengan yang sebelumnya. Informasi yang dikemukakan resensi album lagu cenderung pada warna yang diberikan pada setiap lagu di dalamnya di samping mungkin pula ada gambaran informasi tentang ilustrasifoto-foto yang ada pada album lagu tersebut. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 218 Tugas 1. Perhatikanlah teks resensi berikut Legenda Cinta Layla-Majnun Judul Laila-Madjnoen Tjeritera di Tanah Arab; Laila Majnun karya Nizami; Layla Majnun, Roman Cinta Paling Populer Abadi Penulis Hamka Hadji Abdul Malik Karim Amrullah Penerbit Balai Poestaka, 1932; Ilman Books, 2002; Navila, 2002 Tebal 74 halaman; 222 halaman; 200 halaman Kalau ada kisah cinta abadi antara seorang perempuan dan laki-laki yang menjadi legenda di dunia Timur, itulah legenda Layla dan Majnun. Kisah ini begitu melegenda sehingga muncul banyak versi menyangkut lika-liku hubungan cinta Layla dan Majnun. Ada anggapan bahwa kisah cinta Layla-Majnun ini hampir-hampir menyerupai cerita Romeo and Juliet karya sastrawan Inggris, William Shakespeare, terutama dalam hal tragedi yang menyelubungi hubungan cinta sepasang kekasih. Meski demikian, cerita Romeo and Juliet adalah salah satu karya yang ditulis oleh tangan William Shakespeare pada abad ke-16. Sementara itu, Layla dan Majnun merupakan sebuah cerita yang dikisahkan dari mulut ke mulut dan baru pada abad ke-12 dituliskan oleh seorang penyair dari Azerbaijan, Nizami Ganjavi, dalam bentuk syair. Versi Nizami inilah yang kemudian merupakan cerita yang paling populer. Menurut Jean-Pierre Guinhut, seorang orientalis dan ahli mengenai kebudayaan dan ilsafat Timur yang juga pernah menjadi Duta Besar Perancis untuk Azerbaijan, pengaruh cerita Layla-Majnun ini melampaui tradisi Timur. Jika melihat kembali ke masa Abad Pertengahan, yaitu sekitar abad ke-11-13, banyak dari karya sastra Barat saat itu memiliki jejak sastra oriental yang kemudian memengaruhi karya-karya sastra seperti cerita kepahlawanan Jerman abad ke-13 berjudul Tristan und Isolde yang ditulis oleh Gottfried von Strassburg atau dongeng Perancis, Aucassin et Nicolette. Sumber Gambar Kover Buku Laila Majnun Di unduh dari 219 Bahasa Indonesia Sampai saat ini, kisah Layla-Majnun merupakan cerita yang paling populer di Timur Tengah maupun Asia Tengah, di antara bangsa-bangsa Arab, Turki, Persia, Afgan, Tajiks, Kurdi, India, Pakistan, dan Azerbaijan. Kepopuleran kisah ini memberi inspirasi banyak seniman, baik pelukis, pemusik, maupun pembuat ilm, menciptakan beragam karya seni yang menggambarkan kisah-kasih Layla dan Majnun. Di dalam buku terbitan Balai Poestaka ini dikisahkan tentang Qais dan Layla yang hidup di negeri Nedjd, salah satu wilayah di tanah Arab. Mereka adalah sepasang remaja yang sejak kecil sering bermain bersama dan ketika menginjak remaja pergi belajar di sekolah yang sama. Qais berwajah tampan, sementara Layla adalah gadis rupawan yang menjadi dambaan setiap laki-laki. Keduanya saling jatuh cinta, namun adat melarang mereka mengekspresikan gelora cinta secara terbuka. Dengan demikian, perasaan keduanya hanya ditumpahkan dalam bentuk syair ketika mereka mempunyai kesempatan bertatap muka secara diam-diam. Suatu ketika Qais memutuskan untuk ikut bersama ayahnya, Al- Mulawwah, berniaga ke negeri lain agar kelak ia memiliki bekal pengetahuan sendiri tentang perniagaan. Pamitlah ia kepada Layla dan memberikan seuntai kalung mutiara sebagai tanda kesetiaannya. Qais meminta Layla untuk melepaskan sebuah mutiara dari untaiannya apabila waktu sudah menunjukkan bulan baru. Meskipun sangat sedih, Layla merelakan kekasihnya pergi mencari pengalaman. Sepeninggal Qais, Layla hanya bermenung diri dan menciptakan syair sebagai pelambang rindu. Suatu hari, ayah Layla, Al-Mahdi, pulang ke rumah bersama seorang tamu bernama Sa’d bin Munif, yang diajak menginap. Tamu itu seorang saudagar kaya raya yang berasal dari Irak. Ketika berjumpa Layla, Sa’d bin Munif langsung jatuh cinta dan melamar Layla kepada ayahnya. Tanpa sepengetahuan Layla, Al-Mahdi menerima lamaran tersebut karena tergiur oleh mas kawin dinar dan harta kekayaan Sa’d bin Munif. Layla tak berdaya melawan perintah ayahnya karena adat memang menyatakan bahwa laki-laki berkuasa atas perempuan. Sementara itu, Qais yang telah memasuki bulan ke-9 ikut berniaga ke negeri-negeri seperti Damsjik, Jerusalem, Hims, Halab, Anthakijah, Irak, Koefah, hingga Basrah tidak dapat lagi menahan rindunya terhadap Layla. Wajahnya tampak muram dan badannya semakin kurus. Ayah Qais melihat kesedihan anaknya dan menanyakan ada apakah gerangan yang telah mengganggu pikirannya. Akhirnya Qais berterus terang tentang kisah cintanya dengan Layla. Demi mendengar penuturan anaknya, Al- Mulawwah memutuskan segera kembali ke kampung halamannya dan berjanji akan melamar Layla untuk Qais. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 220 Ketika sampai kampung halaman, Al-Mulawwah bergegas menemui ayah Layla dan menawarkan 100 unta sebagai pengganti uang dinar yang telah diberikan Sa’d bin Munif. Akan tetapi, dengan sombongnya, ayah Layla menolak lamaran Al-Mulawwah. Tak berapa lama kemudian, pesta perkawinan Layla dan Sa’d bin Munif diselenggarakan secara besar- besaran. Hancur luluhlah hati Qais. Tak ada satu obat pun yang bisa menyembuhkan sakitnya ini, meskipun orang tuanya telah mendatangkan banyak tabib ternama. Sejak itu Qais tidak mau berbicara kepada orang lain, ia sibuk dengan dirinya sendiri dan sering kali terlihat berbicara sendiri. Karena perilaku aneh inilah orang sekampungnya memanggil Qais dengan Majnun, yang berarti kurang sempurna pikirannya. Lain halnya dengan Layla, meskipun kini telah menjadi istri Sa’d bin Munif, ia tetap mencintai Qais. Menurut Layla, secara isik ia boleh menjadi istri Sa’d bin Munif, tetapi jiwanya tetap untuk Qais. Dalam ungkapannya, di dunia Qais dan Layla bukanlah pasangan suami istri, tetapi di akhirat mereka menjadi pasangan abadi. Karena tak kuat menanggung penderitaan cinta ini, Layla sakit dan selalu memanggil nama Qais. Akhirnya Qais pun dipanggil untuk menemui Layla. Ketika mereka bertemu, Layla memberi pesan terakhir bahwa mereka akan bertemu nanti di akhirat sebagai sepasang kekasih. Demi melihat kekasihnya meninggal, putus asalah Qais. Tak ada lagi keinginannya untuk hidup. Sehari-hari kerjanya hanya duduk di pusara Layla hingga akhirnya Qais meninggal. Jasad Qais pun dibaringkan di samping pusara Layla. Kira-kira 10 tahun kemudian, beberapa musair menziarahi kubur mereka berdua. Di atas kedua pusara itu telah tumbuh dua rumpun bambu yang pucuknya saling berpelukan. Masyhurlah kisah ini sebagai kisah Layla-Majnun. Tujuh puluh tahun setelah penerbitan buku ini oleh Balai Poestaka, pada tahun 2002 kisah ini dibukukan kembali oleh dua penerbit, Ilman Books dan Navila, masing-masing dengan judul Laila Majnun dan Layla Majnun, Roman Cinta Paling Populer Abadi. Di dalam kedua buku itu disebutkan bahwa kisah yang ditulis merupakan saduran karya Nizami dari buku berbahasa Arab dengan judul Qays bin al Mulawah, Majnun Layla dan versi bahasa Inggris berjudul Laili and Majnun A Poem serta Layla and Majnun By Nizami. Meskipun ketiga buku tersebut sama mengungkap tragedi kisah cinta Layla dan Majnun, tetapi terdapat beberapa perbedaan menyangkut detail cerita. Pertama, di dalam buku terbitan Balai Poestaka disebutkan bahwa Qais adalah anak saudagar bernama Al-Mulawwah, yang sering bepergian ke negeri-negeri lain untuk berniaga. Sementara di dalam dua buku yang Di unduh dari 221 Bahasa Indonesia terbit tahun 2002 hanya disebutkan bahwa Qais adalah anak semata wayang seorang saudagar bernama Syed Omri atau Sayid. Ayah Qais dikabarkan telah lama menanti kehadiran anak semata wayangnya untuk meneruskan garis keturunan keluarga. Perbedaan kedua, di buku Balai Poestaka, suami Layla dikabarkan pergi dari negeri Nedjd setelah kematian Layla. Sementara di buku terbitan 2002, suami Layla, Ibnu Salam, meninggal lebih dahulu dibandingkan dengan Layla. Beberapa perbedaan ini disebabkan, pertama, banyaknya penyair ataupun sastrawan yang menuliskan kisah Layla-Majnun. Kedua, lebih banyak lagi penulis yang menyadur kisah Layla-Majnun berdasarkan syair yang ditulis para penyair atau sastrawan tadi. Kepopuleran kisah Layla-Majnun ini membuat dua buku terbitan tahun 2002 itu mengalami cetak ulang beberapa kali. Bahkan, buku terbitan Navila menjadi buku paling laris dengan mencetak rekor memasuki cetakan ke-18 pada bulan Mei 2004. Sementara buku terbitan Ilman Books telah masuk periode cetakan ke-6 pada tahun 2004 ini. Kemasyhuran kisah Layla-Majnun ini juga telah memberi inspirasi kepada sutradara kondang Indonesia, almarhum Sjumandjaja, untuk membuat cerita bagi layar lebar. Pada tahun 1975, dibuatlah ilm berjudul Laila Majenun dengan bintang utama Rini S. Bono sebagai Laila dan Ahmad Albar sebagai Majenun. Film ini pun mengantongi penghargaan untuk kategori Aktor Pembantu Terbaik bagi almarhum Farouk Afero pada Festival Film Indonesia 1976. Sumber Harian Kompas Berdasarkan teks tersebut, informasi manakah yang sesuai dengan yang tersaji di dalam tabel berikut? Pernyataan Sesuai Tidak sesuai a. Dilengkapi ilustrasi-ilustrasi menarik. b. Banyak diwarnai kisah cinta yang romantik. c. Cocok dibaca oleh kalangan remaja. d. Berawal dari kisah yang disampaikan dari mulut ke mulut. e. Masih ada beberapa kata yang tidak dijelaskan secara jelas. Di unduh dari Kelas XI SMAMASMKMAK 222 Pernyataan Sesuai Tidak sesuai f. Telah mengalami cetak ulang beberapa kali. g. Bisa mendorong pembaca untuk mengingat kisah masa lalu. h. Mirip-mirip cerita dalam novel “Romeo and Juliet”. i. Banyak menggunakan ragam bahasa klasik. j. Buku ini bermanfaat sebagai pengobat rindu. 2. Berdasarkan objeknya, termasuk ke dalam bentuk resensi apakah teks tersebut? Jelaskanlah alasan-alasannya secara berdiskusi Sertakan pula kutipan-kutipan dari teks tersebut untuk memperkuat alasan-alasan itu. Objek Resensi Alasan Kutipan Isi Teks C. Menganalisis Kebahasaan Resensi dalam Dua Karya yang Berbeda Cara menulis resensi akhir-akhir ini banyak yang mempelajarinya. Selain untuk keperluan tugas sekolah, ternyata juga dapat dijadikan pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan uang loh. Kok bisa meresensi bisa menghasilkan uang? Seperti yang pernah saya singgung pada artikel-artikel sebelumnya. Bahwasanya menguasai cara menulis resensi dapat membantu menambah uang saku dengan cara mengirimkan ke surat kabar, tabloid atau semacamnya. Jadi buat kamu yang masih mengerjakan resensi sekedar tugas kelas, sekarang Anda menguasai cara menulis resensi lebih dari itu. Sayangnya agar bisa menulis resensi dibutuhkan kemauan dan mengetahui beberapa pembahasan seperti menguasai unsur-unsurnya, struktur, jenis resensi dan pengertiannya. Pengertian Menulis Resensi Secara umum, pengertian menulis resensi diambil dari kata recensere yang bermakna menilai kembali. Kemudian untuk memudahkan dalam pemahaman, resensi diartikan sebagai kegiatan menilai atau menimbang kembali hasil karya. Bisa karya berbentuk buku, karya film ataupun karya musik. Ternyata menurut para ahli, terkait mendefinisikan ada beberapa pendapat sebagai berikut. Zaenuddin Menurut Zaenuddin 2004 memfokuskan pada pengertian resensi buku, yang mengartikan bahwa upaya seseorang untuk melakukan penilain ulang terhadap kualitas buku. Dalam proses menilai ulang, peresensi bisa menilai aik buruknya buku tersebut apa saja. Jika ditemukan informasi penting yang baru, itu juga yang harus disampaikan ke pembaca secara singkat, padat, jelas dan mendetail. Hakim Pendapat Hakim lebih singkat. Resensi adalah tulisan yang ditulis menggunakan bahasa deskripsi dan dibubuhi pandangan kritis sesuai dengan tema dan pokok pembahasan yang diresensi. Putra Berbeda dengan putra, kata resensi memiliki istilah lain seperti rehal, bedah buku, tinjauan buku, book review, pustaka, timbangan buku dan ulasan buku. Dimana resensi buku sebagai objek. Suhandang Dijelaskan lebih luas lagi oleh Suhandang, bahwasanya resensi tidak selalu berbentuk resensi buku saja. Di era yang sekarang sudah mengalami perkembangan pesat, resensi juga dapat digunakan untuk resensi pertunjukan teater, film, hingga resensi music juga loh. Baca Juga Resensi Buku Non Fiksi Contoh dan Penjelasan Lengkapnya Hasnun Lebih kritis, menurut Hasnun resensi buku dengan kritik buku memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Resensi lebih menekankan memberikan penilaian secara garis besarnya saja terhadap yang diresensi. sedangkan kritik buku lebih memfokuskan pada penilaian isi buku itu lebih mendetail dan rinci. Atau, dalam makna singkat dan sederhana, resensi buku dapat diartikan sebagai catatan yang disertai dengan komentar singkat dari pihak peresensi. Samad Sementara Samad mendefinisikan resensi sebagai ringkasan yang menilai sebuah karya. Tentunya, bagi peresensi memiliki kewajiban untuk mengetahui, menikmati, membaca yang hendak di resensi terlebih dahulu. Sudarman Berbeda lagi dengan pendapat Sudarman 2008 yang mengungkapkan bahwasanya resensi adalah wawasan yang akan mengulas baik atau buruk yang dierensi. Di sinilah penulis bertugas untuk memberikan penilaian, kritik isi buku terhadap objek yang direview. Dalman Resensi buku menurut Dalman 2015 adalah istilah yang digunakan untuk menilai kelebihan dan kelemahan buku. Mursidi Berbeda dengan pendapat Mursidi, yang mengartikan bahwa resensi sebagai upaya menilai karya orang lain. Tidak sekedar memberikan penilaian saja, tetapi juga membahas, mengkritik dan mengungkapkan kembali isi buku, apakah di sana ditemukan kelemahan dan kelebihannya. Fanani Fanani mendefinisikan resensi sebagai upaya untuk menilai objek resensi. Objek resensi itu sendiri memiliki banyak macamnya. Ada resensi buku, resensi film, resensi music dan masih banyak lagi. Itulah beberapa pendapat resensi menurut para tokoh. Jika dibuat sebuah kesimpulan, maka resensi dapat diartikan sebagai aktivitas seseorang untuk menimbang, meringkas sebuah buku yang disertai dengan komentar. Disamping itu, resensi sebagai upaya untuk mengulas baik buruk, kelemahan dan kelebihan dari isi buku yang dituliskan. Unsur-Unsur Menulis Resensi Cara menulis resensi tidaknya semudah membaca pengertian yang sudah kita baca di bab sebelumnya. Sebuah resensi yang dapat dikatakan baik, apabila memuat unsur-unsur sebagai berikut. Judul Resensi Judul resensi menjadi unsur yang paling penting. Ketika meresensi buku, ada dua judul. Judul pertama adalah judul bawaan buku yang diulas. Sedangkan judul yang kedua adalah judul ulasan resensi yang peresensi buat. Pembuatan judul resensi pada ulasan yang Anda buat, harus dibuat agar tetap menarik. Pertanyaannya, bagiamana membuat judul yang menarik? Jawabannya sederhana, cukup ditulis menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Meskipun judul ditulis secara ringkat dan pendek, pembaca tergelitik dan penasaran ingin membaca ulasan dari resensi yang Anda buat. Penulisan yang menarik tidak hanya bagian judul, tetapi juga bagian ulasan resensi ditulis secara menarik. Baca Juga Ingin Resensi Buku Dimuat? Kenali 6 Identitas Buku di Penerbit Buku Menyusun Data Buku Menyusun data buku juga menjadi unsur yang wajib ada saat meresensi buku. Dalam bahasa umumnya, menyusun data buku dapat diartikan dengan menyusun identitas buku. Adapun beberapa identitas wajib yang harus ada saat meresensi buku sebagai berikut. Judul Buku Judul buku yang diresensi tidak boleh diotak-atik oleh peresensi. Jadi tuliskan judul buku sesuai dengan judul aslinya. Penulis Buku Penulis buku juga wajib dituliskan agar memberitahu pembaca bahwa buku tersebut ditulis oleh si penulis A, atau B, atau C. Mengingat ada kemungkinan, judul sama, tetapi penulis berbeda. Penerbit Buku Mencantumkan penerbit buku sebagai identitas dan penanda. Seperti yang diulas di nomor 2 yang memungkinkan ada kesamaan data buku, tetapi diterbitkan oleh penerbit yang berbeda. Tebal Buku Seberapa penting mencantumkan ketebalan buku? Mungkin ada yang menganggap tidak penting. Tapi sebenarnya ini penting banget loh. karena dalam meresensi buku hanya melihat cover depan, tidak bisa melihat punggung buku, maka mencantumkan tebal atau jumlah halaman buku memberikan gambaran setebal apa buku tersebut. Tahun Terbit Buku Tahun terbit juga penting dicantumkan. Salah satu tujuan penulisan tahun terbit buku adalah memberikan gambaran kepada calon penulis buku tersebut masih baru atau sudah lama. Tentu saja tahun terbit terbaru dapat memberikan pertimbangan bagi para calon pembeli buku. Ada calon pembeli buku yang sengaja mencari buku lawas, ada juga tipe pembaca yang suka membaca buku terbaru. Maka dari itu, agar cara menulis buku resensi lebih lengkap, wajib menyantumkan tahun terbit. ISBN Penyusunan data buku yang tidak kalah penting yang lain adalah menyantumkan nomor ISBN. Kelihatannya no ISBN hanya menyantumkan sederetan angka saja dan tidak berarti bagi pembaca. Namun, tahukah kamu juika sederetan angka ISBN tersebut memiliki manfaat dan fungsi loh. Diantaranya, berfungsi untuk memudahkan penjual buku untuk mengidentifikasi buku dan harga. ISBN juga dapat digunakan untuk mengetahui asal penerbit dan jenis buku terbitan dari luar negeri atau dalam negeri. Bagi penulis, ISBN sebagai hak cipta atau perlindungan karena sudah terdaftar di perpusnas. Baca Juga Begini Cara Menulis Buku Referensi Dari Karya Essay Membuat pembukuan Setelah mengetahui kelengkapan penyusunan data buku, langkah selanjutnya adalah membuat pembukaan. Bahasa sederhananya intro yang dibuat oleh peresensi sebelum masuk ke tubuh atau isi pembahasan yang akan Anda ulas. Tidak semua orang mampu membuat pembukaan yang menarik dan mengajak calon pembaca tertarik ingin membacanya loh. nah, buat kamu yang mengalami kesulitan hal yang sama, maka kamu bisa membuat lead pembuka yang menarik. Cara membuat lead yang menarik bisa membuat kesimpulan yang menarik. Bisa juga dengan mengambil pernyataan dari sumber buku yang paling bombastis menurut kamu atau bisa juga dibuat menggunakan bahasa dan gagasan yang Anda miliki. Tubuh/isi Bagian isi adalah adalah bagian yang berisi pernyataan dari isi buku yang sedang Anda review. Cara menulis resensi kuncinya adalah ringkas tetapi informative. Nah, inilah yang sebenarnya menjadi tantangan bagi peresensi. Anda sebagai peresensi dituntut bisa mengeksplorasi secara mendalam dan lengkap, namun tetap dikemas dengan sesingkat-singkatnya. Karena penulisan resensi buku secara keseluruhan hanya 1-2 halaman saja. Pokoknya, di bagian isi yang super singkat ini, peresensi juga harus bisa mengkritisi sekaligus mampu memberikan ulasan kelemahan dan kelebihan dari buku. Sampai di sini, barangkali Anda sudah ada gambarannya. Pernyataan resensi Unsur yang tidak kalah penting saat meresensi buku adalah, menyertakan pernyataan resensi. Sesuai dengan namanya, pernyataan berbentuk kalimat atau kata yang diambil secara utuh namun menarik dari sumber buku yang diresensi. Berbicara tentang pernyataan, ada dua bentuk pernyataan. Yaitu pernyataan langsung dan pernyataan tidak langsung. Nah, Anda bisa menggunakan salah satu atau salah duanya. Pernyataan yang diambil tidak perlu banyak, cukup satu atau dua pernyataan paling menarik dari buku tersebut, itu sudah cukup. Penutup resensi Cara menulis resensi yang terakhir, pastikan unsur terakhir harus terpenuhi. Yaitu bagian penutup resensi. Penutup resensi bisa dituliskan kesimpulan, dan rekomendasi buku tersebut cocok digunakan untuk siapa dan alasannya. Itulah beberapa unsur-unsur menulis resensi pada buku. Jika ingin meresensi film dan music, kurang lebih sama. Hanya beda objek bentuknya saja. Baca Juga Berikut Langkah Mengetahui Penerbit Buku Dosen yang Berkualitas Struktur Menulis Resensi Setelah mempelajari tentang pengertian dan unsur-unsur resensi, ada juga hal terpenting yang tidak kalah penting, yaitu menulis resensi sesuai dengan struktur. Struktur penulisan resensi memuat beberapa poin sebagai berikut. Orientasi Orientasi bagian struktur paling utama dalam teks resensi. Peresensi menuliskan dengan cara memberikan gambaran umum tentang isi dari yang diresensi. Termasuk dalam meresensi buku, film, drama maupun musik. Penulisan orientasi dapat dipaparkan dengan cara memaparkan secara umum latar belakang yang diresensi. tidak perlu dituliskan secara detail, cukup secara garis besarnya, hanya saja tetap mengandalkan pengemasan kalimat yang menarik. Tafsiran Sesuai dengan nama nya, tafsiran adalah menafsirkan karya baik karya buku, film, drama ataupun music. Tafsiran yang dapat diulas pada bagian buku secara singkat. Adapun muatan tafsiran yang wajib ada, yaitu mencantumkan kelemahan dan kelebihan dari karya tersebut. Termasuk mencantumkan kualitas karya. Evaluasi Struktur resensi yang ketiga adalah evaluasi. Sebagai referensi, Anda bisa mengulas karya dengan seksama dan hati-hati. Sesuai dengan nama nya, evaluasi adalah mengoreksi, memilih dan memilah bagian mana yang memiliki nilai lebih dan mana yang memiliki nilai kurang. Rangkuman Struktur yang paling akhir adalah rangkuman. Dibagian rangkuman, memuat kesimpulan terhadap karya yang sedang diresensi. Meskipun sebagai bentuk kesimpulan, pendapat peresensi tetap bisa dimasukan di sini. Ingat, kesimpulan ditulis secara singkat, padat dan tetap menarik untuk dibaca. Itulah struktur menulis resensi. Setelah mengetahui beberapa struktur di atas, tidak ada salahnya mengetahui macam-macam jenis resensi. Baca Juga Contoh Judul Buku Nonfiksi Jenis Menulis Resensi Mengetahui cara menulis resensi buku tidak cukup. Kita juga perlu tahu jenis resensi? Tidak banyak orang yang tahu ada banyak jenis resensi. Nah, untuk menjawab hal tersebut, berikut berikut macam-macamnya. Resensi Informative Jenis resensi informatif satu ini salah satu jenis resensi yang dikemas secara singkat, padat dan jelas. Fokus yang disampaikan lebih menekankan pada bagian-bagian yang terpenting-penting saja, seraya mengutarakan kelemahan dan kelebihan. Sehingga artikel tersebut kaya informasi. Resensi Deskriptif Resensi deskriptif adalah menggambarkan secara mendetail dan rinci sebuah karya. Jenis resensi ini ditulis dan bertujuan untuk memberikan informasi betapa pentingnya karya tersebut harus dinikmati. Tidak lupa juga disertai kelemahan dan kelebihan karya tersebut. Teks Resensi Kritis Teks resensi kritis dipaparkan lebih menonjolkan pada metode ilmu pengetahuan tertentu. Contohnya, novel Laskar Pelangi yang menggunakan pendekatan ilmi sosiologi. Oh iya, sebagai catatan, penulisan resensi ditulis secara objektif dan kritis. Jadi tidak ditulis semata-mata karena pandangan dari pembuat resensi tersebut. Itulah beberapa jenis menulis resensi buku. Nah, setelah mempelajari tentang struktur menulis resensi, kita masuk ke pembahasan inti. Yaitu mempelajari cara menulis resensi itu sendiri. Cara Menulis Resensi Buku Berbicara tentang bagaimana cara menulis resensi, pastinya setiap orang memiliki cara dan trik sendiri-sendiri. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman cara menulis resensi, yang difokuskan pada penulisan resensi buku. Memilih Buku Yang Diresensi Cara menulis resensi yang pertama, tentu saja menentukan buku yang hendak di resensi. Jika konteks meresensi karena inisiatif sendiri, bukan karena tuntutan tugas. Maka, carilah buku yang Anda sukai. Mengetahui Peruntukan Resensi Mengetahui peruntukan resensi terlebih dahulu, meresensi buku untuk kepentingan tugas, atau keinginan diri sendiri. Jika untuk kepentingan diri sendiri, umumnya dikirimkan ke surat kabar, majalah atau semacamnya. Membaca Buku Cara menulis resensi yang paling wajib dilakukan adalah membaca buku. Seorang peresensi tanpa membaca bukunya akan berdapak pada gaya bahasa dan value yang disampaikan. Setidaknya peresensi yang benar-benar membaca memiliki kesannya tersendiri. Membuat Catatan Cara menulis resensi yang lain, bisa dicoba adalah membuat catatan. Jadi agar tidak terkesan bekerja dua kali. Saat membaca buku tersebut, pastikan mencatat setiap kalimat atau poin-poin pentingnya. Cara ini terbukti efektif dan mempersingkat waktu dalam menuliskannya nanti. Menulis resensi Jika beberapa cara di atas sudah dipraktekan. Maka saat membuat resensi akan terasa mudah dan mengalir. Anda pun tidak perlu lagi membaca ulang dalam menuliskannya. Cukup membaca catatan yang sudah Anda tulis sebagai acuan. Nah, terkait dengan isi resensi apa saja yang harus dituangkan? Anda bisa kembali merujuk pada struktur dan unsur resensi di bab di atas. Semuanya ada di sana. Dari pembahasan di atas, sudah tahu gambaran bagaimana cara menulis resensi bukan? Sebenarnya menulis resensi itu mudah. hal yang mempersulit saat menulis resensi adalah dorongan untuk membaca bukunya. Apalagi jika buku tersebut sangat tebal. Nah, semoga dengan pembahasan yang cukup panjang ini bermanfaat buat Anda. selamat mencoba mempraktekannya. Salam literasi. Irukawa Elisa

bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik